Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,

" kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

(QS. An Nahl, 16:68-69)

Fakta Tentang Kandungan Bioflavanoid Pada Propolis

Berikut ini berbagai fakta seputar kandungan flavanoid dalam Propolis :
  1. Flavanoid telah banyak diteliti dalam bidang kesehatan, manfaat flavanoid adalah untuk membentengi tubuh dari serangan kuman. Selain itu, bioflavanoid juga memeliki fungsi untuk memblokade terbentuknya prostaglandin penyebab nyeri, menstimulasi sel darah putih, serta meningkatkan daya serang terhadap kuman.
  2. Bioflavanoid dapat mencegah alergi. Diduga, bioflavanoid mencegah kebocoran histamin dan serotonin dari dalam sel pada reaksi alergi. Kedua faktor ini memperkuat bukti bahwa bioflavanoid dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk mencegah alergi.
  3. Bioflavanoid dalam propolis terbukti dapat mengurangi peradangan gusi, sariawan, dan gangguan mulut lainnya. Cara kerjanya dengan menstimulasi pembentukan enzim yang memperkuat pembuluh darah dalam gusi, sekaligus mengurangi rasa nyeri melalui blokade prostaglandin.
  4. Flavanoid dalam propolis juga berperan sebagai anti nyeri (anastetik), anti inflamasi, anti alergi, antasid, antibiotik, anti jamur, anti radiasi, anti oksidan dan pengawet, anti septik, anti tumor, serta imunostimulan.

(sumber : buku " Dahsyatnya Propolis Untuk Menggempur Penyakit" karangan : dr. Adji Suranto, SpA )

Fakta Tentang Lebah Madu dan Propolis

Selama ini kita hanya mengetahui bahwa lebah Brazil lah yang paling unggul dalam menghasilkan madu dan propolis. Namun kenyataannya adalah bahwa lebah yang dianggap lebah brazil tersebut merupakan Apis mellifera. Apis mellifera yaitu lebah madu Australia (sumber : Buku "Dahsyatnya Propolis untuk Menggempur Penyakit" karangan dr. Adji Suranto, SpA), lebah ini merupakan "bintang" dalam dunia perlebahan karena lebah madu ini sangat produktif dan mampu bertahan dalam berbagai cuaca. Satu koloni lebah apis meliffera dapat memproduksi 25-30 kg madu, bahkan lebih jika dibudidayakan. Penyebaran lebah ini sangat luas, dari Eropa, Afrika, Asia Barat, hingga Amerika. Apis mellifera juga merupakan lebah yang aktif mencari propolis.
Propolis merupakan substansi mengandung resin dan lilin lebah, bersifat lengket, yang dikumpulkan dari sumber tanaman terutama dari bunga dan pucuk daun. Karena dari sumber yang berbeda ini mengakibatkan warna Propolis menjadi bervariasi, dari kuning terang, hijau hingga coklat kemerahan tergantung dari lokasi lebah itu hidup. Misalnya Propolis Brazil berwarna hijau kecoklatan atau biasa juga disebut green Propolis, namun dari sekian banyak warna propolis, warna coklat gelap adalah yang paling sering ditemui.
Sebenarnya ada beberapa tumbuhan yang diambil lebah untuk membuat propolis, misalnya propolis asal Brazil yang bersumber dari resin daun Baccharis dracunculifolia, dan propolis asal Kuba yang bersumber dari resin bunga Clusia sp. Namun sebenarnya tumbuhan favoorit lebah madu untuk membuat propolis adalah resin yang berasal dari pucuk daun poplar (populus spp.), komposisinya didominasi oleh ikatan fenol, seperti flavanoid aglycones, asam fenolat dan ikatan esther. Flavanoid sendiri banyak ditemukan dalam buah dan sayuran. Flavanoid banyak diteliti karena manfaatnya bagi kesehatan. Setiap tumbuhan menghasilkan flavanoid berbeda. Dan faktanya Propolis mengandung flavanoid terbanyak yaitu 10-20%.

Propolis VS Diabetes

“Propolis memperbaiki fungsi kelenjar pankreas dalam memproduksi insulin sehingga menurunkan kadar glukosa darah.”

Mengunjungi kerabat dekat pada pertengahan 2006 berakibat fatal bagi Yatinah. Dengan Kadar gula darah 423 mg/l kakinya tak merasakan kap mesin angkutan kota yang panas. Sesampai di rumah punggung kaki melepuh.

Luka melepuh itu kemudian membengkak berisi cairan. Karena bengkak kian membesar, perempuan berusia 61 tahun itu lantas dibawa ke rumahsakit di Bekasi. Dokter menyayat dan mengeluarkan cairan lalu menjahitnya. Luka sayatan itulah awal derita. Penyakit gula membuat luka tak kunjung menutup. Dalam 3 bulan, luka itu semakin lebar dan dalam.

Meski setiap hari dicuci dengan air hangat dan dikompres, luka tak juga mengecil. Di bulan kelima, lukanya malah mulai bernanah dan menguarkan bau tak sedap. Puncaknya pada awal 2007 luka tembus sampai telapak kaki dan menjadi ganren. Ia pun tak lagi mampu berdiri, apalagi berjalan. Mobilitas perempuan 9 anak itu bergantung pada kursi roda.

Yatinah kerap bolak-balik ke klinik dan rumahsakit untuk memeriksakan lukanya. Perempuan yang hidupnya hanya mengandalkan warung makanan kecil di depan rumah itu mesti merogoh kocek Rp250.000—Rp500.000 setiap periksa. Meski demikian, ganren terus menjalar sampai kulit di sekitarnya lebam menghitam. Maret 2007, lebam kehitaman itu menjalar mendekati pergelangan kaki. “Jika sudah sampai pergelangan kaki harus di amputasi,” kata Yatinah menirukan ucapan dokter. Ia pun hanya bisa pasrah sambil terus mengkonsumsi obat dari dokter.

Propolis Sembuhkan luka diabetes

Pada April 2007, disarankan mengkonsumsi propolis. Yatinah menurut walau ragu. “Dokter di klinik dan rumahsakit dengan obat buatan pabrik terkenal saja tidak bisa menyembuhkan, apalagi suplemen biasa,” katanya. Selama 3 hari ia mengkonsumsi propolis pada pagi, siang, dan malam sebelum tidur. Menurut Yatinah, konsumsi awal rendah itu untuk memberi kesempatan tubuh beradaptasi.

Setelah 3 hari konsumsi, Yatinah merasakan tidak ada reaksi penolakan dari tubuh dan baunya berkurang. Saat itulah ia merasakan lukanya berdenyut, pertanda saraf perasa kembali aktif. Konsumsi pun ditingkatkan konsumsi propolis setiap minum dengan frekuensi tetap. Dua minggu mengkonsumsi, nanah berhenti keluar. Bau tidak sedap pun tidak lagi tercium. Luka di telapak mulai mengering, sedangkan luka di punggung kaki menyempit. Lebam kehitaman di sekitar luka memudar.

Saat itu konsumsi propolis masih dibarengi obat kimia. Setelah obat dokter habis, Yatinah melanjutkan pengobatan hanya dengan propolis. Sebulan setelah konsumsi, giliran luka di punggung kaki mengering bersamaan menutupnya luka di telapak. Dua bulan mengkonsumsi, nenek 17 cucu itu bisa lepas dari kursi roda. Ia kembali bisa berjalan meski agak tertatih. Tak sampai 3 bulan mengkonsumsi, luka mengerikan itu sudah lenyap.

Bukan cuma mengkonsumsi propolis secara oral, Yatinah juga menggunakan salep untuk obat luar. Ia mengoleskan salep mengandung propolis pada ganren di kakinya. Sebelumnya luka dicuci 2—3 kali dengan cairan infus. Cairan infus dipilih lantaran steril. Setelah dibilas dengan cairan madu, barulah salep dioleskan. Cairan madu menggantikan alkohol yang meskipun ampuh mengeringkan luka tapi sakitnya tidak tertahankan.

Propolis bekerja di Dalam dan luar

Menurut dr Hafuan Lutfie, dokter yang meresepkan propolis sejak 2002, propolis bisa bekerja di dalam dan di luar tubuh. Jika dikonsumsi oral, propolis memperbaiki fungsi kelenjar pankreas dalam memproduksi insulin sehingga menurunkan kadar glukosa darah. “Tapi dengan catatan kelenjar pankreas masih berfungsi dan belum rusak total,” katanya. Selain membantu penyembuhan, propolis juga memberi nutrisi sehingga sel bisa beregenerasi. Fungsi itulah yang tidak bisa digantikan obat-obatan medis.

Jika digunakan di luar tubuh, misalnya dioleskan sebagai salep, propolis bisa menyembuhkan ganren dan menghilangkan nanah serta bau. Pasalnya, lem lebah itu bersifat antibakteri. Menurut Hafuan, nanah dan bau adalah sisa pertempuran antara sel darah putih dan bakteri patogen dari udara. Jika bakteri sudah dikalahkan oleh propolis, tidak ada lagi nanah penyebab bau yang terbentuk. Sifat lain propolis dan produk perlebahan lain secara umum adalah membantu pengeringan sehingga tidak dihinggapi bakteri patogen.

Daya menyembuhkan propolis tergantung kepada kadar yang dikonsumsi. Semakin tinggi kadar, semakin ampuh daya menyembuhkannya. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi—misal melebihi 60%—zat itu tidak bisa tercerna tubuh lantaran sifatnya yang liat dan keras. Sebagai produk nonkimiawi, propolis aman dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa efek samping. Toh, Hafuan mengingatkan, selain asupan propolis, penderita diabetes tetap harus menjaga pola makan dan menghindari konsumsi tinggi glukosa serta karbohidrat.

Propolis sebagai Antibakteri

Propolis ampuh memberangus diabetes melitus dan efek sampingnya lantaran kandungan CAPE alias asam kafeat fenetil ester. Penelitian Fuliang dari Universitas Zhejiang, Hangzhou, China, dan Hepburn dari Universitas Rhodes, Grahamstown, Afrika Selatan, membuktikan ekstrak propolis menurunkan kadar glukosa, fruktosamin, malonaldehida, oksida nitrat, oksida nitrat sintetase, trigliserida, sampai kolesterol total dalam darah.

Sementara hasil pengujian Propolis di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPT) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menemukan propolis kaya alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, tanin, dan kuersetin, yang semuanya bersifat antioksidan.

Pendapat Pakar tentang Propolis

* Di Yunani, propolis telah dikenal sebagai pengobatan luka-luka dan berbagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
* Di Mesir, propolis telah dikenal sebagai pengobatan dan simbol keagamaan.
* Romawi memuja lebah dan propolis sebagai pengobatan, ahli jiwa menggunakan propolis sebagai obat ekstrak dari sengatan dan semua jenis racun, mengurangi pembengkakan, mengendorkan rasa sakit di otot.
* Gerardis 1579 (Histories of Plants) Propolis memiliki zat yang dapat menyembuhkan dengan cepat dan efektif digunakan pada zaman perang Boer sebagai penyembuh luka.
* Nicholas Culpeper (Complete Herbal)Propolis baik untuk panas serta pengobatan luka bakar
* University of Columbia, Propolis dapat membantu sistem kekebalan tubuh pada manusia dan juga sangat efektif melawan infeksi, serta merupakan suatu zat anti kanker.
* Dokter di Chechoslovakiamempergunakan propolis sebagai alat sterilisasi. Prof. Arnold Beckett : Propolis adalah obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang diakibatkan oleh virus, bakteri dan jamur.
* Dr. Jhon Grange.Dept. Of Microbiology, National Health. Propolis dapat mengembangkan regenerasi jaringan penghubung tulang rawan.
* Phillipe Calder, Dept. Biokimia Oxford University. Propolis sangat efektif untuk membasmi bakteri.
* David James(terapi ahli gizi), Propolis telah terbukti menyembuhkan pasien-pasien yang berpenyakit kronis dan berpenyakit mulut dengan cepat.
* Philip Wanderseorang dokter gigi mempergunakan propolis untuk mengobati pasien sakit gigi, gusi dan penyakit mulut lainnya.
* Dr. Franz K. Fieks (Austria) mempergunakan propolis untuk penyembuhan luka-luka borok, sembuh dalam tiga hari.
* Team Riset Rusia: Di dalam propolis terdapat zat Anti-Biotic alami dan anti-viral yang tidak mempunyai efek samping, Vitamin, Asam Amino, Mineral serta sangat mujarab untuk penyakit infeksi perut, mulut, tenggorokan (Ensiklopedia Utama).
* Dr. Peter Mansfield :menggunakan propolis untuk penyembuhan demam, panas dan flu.
* Mitza Vosnjak (Bekas Menlu Yugoslavia): memberikan propolis untuk temannya yang menderita kanker dan sembuh dalam waktu satu bulan.
* Dr Fang Chu (Workers Hospital Lienyukang RRC): Pasien yang mengidap penyakit kandungan lemak tinggi dalam darah dan berpenyakit jantung dapat disembuhkan dengan propolis (Kandungan lemak menurun).
* Institute of Radiology Sarajevo :Propolis dipergunakan untuk mengobati pasien berpenyakit kanker akibat radiasi.
* V.P.Kivalkina(Majalah Antibiotics): Propolis adalah sangat efektif untuk infeksi dan tanpa kadaluarasa.

Propolis sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan bakteri yang resistant terhadap antibiotik buatan manusia. Dalam sebuah tes ilmiah dengan cell-culture test terbukti Propolis paling efektif :

1. Melawan bakteri patogen jenis gram poistif seperti Staphylococcus sp. (antara lain penyebab infeksi saluran kencing) ,
2. Clostridium sp.(antara lain penyebab gangguan perut/gastrointestinal),
3. Corynebacterium diphtheriae (penyebab diphtheriae) dan
4. Jenis-jenis Streptococcus sp. (antara lain penyebab infeksi tenggorokan, infeksi sinus dan scarlet fever).
5. Bakteri gram negatif yang juga efektif dilawan dengan Propolis antara lain Klebsiella pneumonia (penyebab pneumonia dan bronchitis) dan Pseudomonas sp. (antara lain penyebab infeksi pada luka).

Bukti ilmiah lain adalah seperti yang dipublikasikan di Archives of Pediatric and Adolescent Medicine dimana 430 anak secara random diterapi dengan Propolis selama musim dingin dan dibandingkan dengan anak lain yang diberi obat buatan pabrik. Musim dingin dipilih karena pada musim ini pada umumnya anak-anak mudah terkena infeksi saluran pernafasan. Hasil tes tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang diberi Propolis terkena infeksi saluran pernafasan 55 % lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak lain yang mendapatkan obat dari pabrik.

Penelitian-penelitian lain yang dilakukan di Belanda, Rumania dan Polandia menunjukkan hasil yang sejalan dengan penelitian tersebut diatas. Penggunaan Propolis untuk pencuci mulut (mouth rinses) ternyata juga sangat efektif untuk menghentikan pertumbuhan bakteri-bakteri yang secara umum berada di mulut. Bakteri-bakteri ini pada umumnya menyebabkan kerusakan gigi, penyakit gusi, cavities dan plaque pada gigi. Penelitian ilmiah yang menunjang hal ini telah dilakukan antara lain di Brasil dan di Jepang.

Penelitian yang di Jepang bahkan menunjukkan bukti lain bahwa pasien bedah mulut yang kemudian menggunakan Propolis sebagai pencuci mulut mengalami proses penyembuhan yang lebih cepat, lebih bersih dan rasa sakit/inflamasi yang sangat berkurang dibandingkan pasien lain yang menggunakan pencuci mulut buatan pabrik. Propolis yang dicampur dengan Madu terbukti menyembuhkan luka lebih cepat dari Silver Sulfadiazine (SS) . Di Brasil bahkan Propolis telah digunakan untuk pengobatan AIDS karena terbukti menghambat replikasi virus HIV. Penelitian di State Medical University of Ukraina juga membuktikan seluruh pasien yang terkena Herpes Simplex Infection berhasil disembuhkan dengan Propolis.

Penelitian-penelitian lain di berbagai negara tidak henti-hentinya menemukan bukti baru atas efektifitas Propolis sebagai obat untuk berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan masuknya bahan kimia berbahaya kedalam tubuh (keracunan). Ada lima alasan mengapa Propolis dapat menjadi obat :

* Lebih dari 180 phytochemicals ada di dalam Propolis antara lain flavonids, berbagai turunan asam orbanic, phytosterols, terpenoids dlsb. Zat-zat ini terbukti memiliki berbagai sifat anti-inflamatory, antimicrobial, antihistimanine, antimutagenic dan anti allergenic.
* Flavonids yang ada dalam Propolis selain bersifat antioxidant yang mencegah infeksi, juga menumbuhkan jaringan. Kandungan pimia Propolis yang meningkatkan tumbuhnya jaringan tersebut antara lain adalah sebagai akibat dari sifat tissue strengthening dan regenerative effect dari quercetin, kaemferol, epigenin dan luteolin.
* Aktifitas antibiotic dari phytochemicals yang ada di dalam Propolis antara lain disebabkan oleh berbagai turunan asam organic seperti cinnamic, ferrulic, benzoic, caffeic, coumaric, terpenes dan turunan-tuirunn berikutnya seperti limonene, p-cymene, eugenol, galangin dan quercetin.
* Sifat antifungal yang ada di Propolis yang dihasilkan oleh phytochemicals seperti flavonoids pinocembrin, quercetin, sakauranetin dlsb.
* Sifat antivius Propolis yang berasal dari turunan-turunan asam organik seperti Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE).


BAGAIMANA MELIA PROPOLIS MENYEMBUHKAN STROKE

Stroke, merupakan Penyakit yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah dan sistem kelenjar sehingga mengakibatkan kurangnya pasokan darah ke jaringan otak dan mengganggu fungsinya. Melia Propolis bekerja dengan membersihkan sumbatan - sumbatan dalam aliran darah tadi (sumber ; wikipedia). Kecepatan dan efek pengobatan sangat subyektif, tergantung dari kondisi yang dimiliki oleh penderita. Selain itu, disarankan untuk juga dibantu dengan mengkonsumsi Melia Biyang untuk efektifitas penyembuhannya.

Pruduk ini lah yang akan menghantarkan anda mencapai CITA-CITA ANDA DIATAS tanpa BATAS..Karena ketahuilah bahwa Jutaan orang menderita berbagai macam penyakit namun tidak kunjung juga sembuh yang ada adalah sembuh sementara untuk kemudian kambuh lagi terakhir meninggal.

Sebelum segala sesuatu terjadi pada diri dan Keluarga Anda akibat tidak perduli dengan kesehatan, ada baiknya anda mengetahui Sumber Penyakit itu selain dari Degeneratif yaitu VIRUS, BAKTERI dan JAMUR, factor inilah yang menyebabkan penyakii-penyakit pada orang-orang diatas, tanpa terkecuali. Lalu mereka SEMBUH setelah mengkonsumsi MELIA PROPOLIS. Kenapa bisa ? Karena LEBAH memproduksi PROPOLIS dan menggunakannya sebagai ALAT / SENJATA untuk MENGUSIR Dan MEMATIKAN VIRUS, BAKTERI dan JAMUR di SARANGNYA sehingga produk keluaran LEBAH seperti MADU, ROYAL JELLY dan POLLEN sangat steril dan sangat aman langsung di konsumsi, itu karena Propolis. Untuk itu PROPOLIS dapat menyembuhkan segala macam penyakit karena semua Penyakit disebabkan oleh VIRUS, BAKTERI dan JAMUR hanya JUDUL PENYAKITNYA kemudian yang berbeda.

Pengikut

 
Copyright by www.rajapropolis.com, Rahasia Sehat, Awet Muda Dan Sejahtera | Raja Propolis
Free Blogger Templates by FREE7 BLOGGER